Kunjungan istimewa Dubes RI ke Aberdeen

Halo teman-teman semua. Alhamdulillah ditanggal 10 Desember 2018 kemarin, PPI Aberdeen mendapat suatu kehormatan dengan adanya kedatangan tamu spesial yakni Bapak Dr. Rizal Sukma selaku Duta Besar LBBP Indonesia untuk UK. Tidak tanggung-tanggung Bapak Dubes membawa rombongan setengah dari personil KBRI untuk dapat memaparkan berbagai informasi penting bagi Diaspora di kota Aberdeen, Scotlandia.

Acara yang dilaksanakan di ruangan NK01 (New Kings Building), University of Aberdeen dikemas dalam tajuk Acara Apakabar Indonesia. Acara ini dibawakan dengan serius tapi santai. Terlihat beberapa kali hadirin terhibur dengan beberapa candaan ringan dari bapak Dubes. Pada acara ini, peserta mengawali kegiatan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

FB_IMG_1544481634034

Dalam pembukaan acara M. Yunan Fahmi selaku ketua PPI Aberdeen Periode 2018-2019 menyambut Bapak Dubes dengan menyampaikan berbagai capaian kegiatan yang merupakan kerjasama antara PPI Aberdeen dengan Masyarakat Indonesia yang tergabung dalam The Indonesia Scotland Society (TISS). Sebagai contoh kegiatan fund raising untuk korban bencana di Palu yang mampu mengumpulkan lebih dari 7000 pound sterling. Capaian ini jauh melebihi target awal yakni 2000 pound sterling.

Masih dalam rangkaian pembukaan, PPI Aberdeen juga menampilkan dokumentasi Wonderful Indonesia yang dilaksanakan pada kepemimpinan Reza Aulia Bestari (Ketua PPI Aberdeen Periode 2017-2018). Dalam video dokumentasi, ditampilkan parade budaya Indonesia dalam bentuk tari-tarian, parade kostum daerah diseluruh Nusantara dan tak lupa food bazar masakan-masakan Indonesia yang dimasak oleh Chief-chief terbaik di kota Aberdeen. Tak lupa Ketua M. Yunan Fahmi juga menyampaikan rencana PPI Aberdeen untuk menyelenggarakan kegiatan Wonderful Indonesia di tahun 2019.

Seakan gayung bersambut, dalam rangkaian kegiatan berikutnya Bapak Dubes menyampaikan beliau sangat terkesan dan menghargai sekali kolaborasi yang dilakukan oleh PPI Aberdeen dan TISS dalam menyelenggarakan kegiatan Wonderful Indonesia. Bapak Dubes mengakui tanpa bantuan PPI Aberdeen dan TISS agak sulit untuk menjalankan salah satu misi utama memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia beserta budayanya ke seluruh pelosok di United Kingdom (UK).

Lebih lanjut, Bapak Dr. Rizal Sukma juga memaparkan berbagai fungsi utama dari KBRI. Yang pertama kali beliau sampaikan adalah mengenai pemilihan umum (pemilu). Bapak Dubes menegaskan bahwa KBRI tidak melaksanakan pemilu. Pemilu Indonesia di UK dilaksanakan oleh badan independen yakni Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). PPLN bukan bagian dari KNRI karena dia adalah bagian dari panitia pemilihan umum. KBRI akan bersikap netral, dan hanya akan membantu dari sisi administratif seperti penyediaan ruangan. Bapak Dubes juga menjelaskan mekanisme pemilihan umum di UK dan berharap agar anggota PPI dan Diaspora di kota Aberdeen dapat mendaftar dan turut mensukseskan kegiatan pemilu kali ini.

Tidak hanya itu saja, Bapak Dubes juga menyampaikan agar mahasiswa Indonesia segera melaporkan diri ke KBRI. Bapak Dubes menegaskan bahwa KBRI tidak menjadikan lapor diri sebagai alat memata-matai kegiatan warga negara Indonesia (WNI), tapi lebih dimaksudkan agar KBRI dapat memenuhi hak-hak dari warga negara Indonesia yang datang ke UK ini. Beberapa hak itu antara lain penerbitan paspor baru, previllage penerbitan surat bebas cukai bagi mahasiswa yang akan pulang, surat keterangan surat pendidikan bagi anak-anak, surat keterangan telah selesai menempuh pendidikan, penerbitan laporan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sebagainya.

FB_IMG_1544481625949

Pada kesempatan kali ini Bapak Dubes juga menjelaskan bahwa lapor diri sebenarnya wajib dan ada konsekuensi denda apabila tidak dilakukan. Beliau menambahkan biasanya yang rajin adalah Awardee LPDP karena terkait dengan proses pencairan living allowance di periode berikutnya. Bapak Dubes juga mensosialisasikan adanya tombol bantuan darurat (panic button) agar warga Indonesia di UK dapat melaporkan kebutuhan yang sifatnya darurat. Sebagai contoh apabila ada WNI yang diminta untuk menjadi saksi kecelakaan atau mengalami kendala dengan hukum di UK mereka dapat menekan tombol darurat ini untuk mendapatkan bantuan konsuler dari KBRI.

Bapak Dubes juga menyampaikan program baru dari pemerintah pusat yang disebut dengan Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM) yang akan dilakukan pada tahun depan. Melalui SIMKIM ini, nantinya seluruh WNI di UK diwajibkan untuk menggantikan passpor yang dipegang dengan passpor berbasis biometric. Dengan basis biometric ini duplikasi passpor akan dapat dideteksi dengan mudah, termasuk keberadaan kewarganegaraan ganda. Sebagai proyeksi, KBRI London sudah meminta pemerintah pusat untuk dapat menyediakan alat portable, sehingga penerbitan paspor berbasis biometrik ini dapat dilakukan secara mobile di beberapa kota.

Terkait dengan Brexit, bapak Dubes menyatakan bahwa terdapat kekhawatiran setelah Brexit persoalan Visa bagi WNI akan semakin susah. Menurut Bapak Dubes yang terjadi justru sebaliknya. Beliau mengutarakan bahwa dengan ada atau tidaknya Brexit pemerintah UK telah mempermudah urusan penerbitan visa bagi WNI. Sebagai contoh dengan penghilangan syarat IELTS dan syarat tabungan mengendap bagi penerbitan visa mahasiswa Indonesia. Bagi mahasiswa di 6 universitas tertentu masih dimungkinkan untuk bekerja di UK selama 2 tahun. Bapak Dubes pun setuju dengan kondisi ini, dimana beliau berbendapat bahwa kalau mahasiswa bisa mendapatkan added value dengan adanya pengalaman lebih di UK kenapa harus dihalang-halangi. Beliau juga sedang mengkomunikasikan pendapatnya ini dengan pihak LPDP agar kondisi ini dapat dimanfaatkan dengan baik.

 Bapak Dubes menambahkan apabila yang terjadi adalah hard Brexit, bagaimana posisi Scotland? Bapak Dubes tidak bisa memberikan komentar terkait dengan hal ini mengingat itu merupakan persoalan dalam negeri UK. Dari sisi kepentingan Indonesia, dampak tidak terlalu besar. Sebagai contoh, visa di UK pemrosesannya sudah sendiri, mata uang UK tidak bergabung dengan Euro dan sebagainya.

Selanjutnya, bapak Dubes juga memaparkan upaya KBRI terkait Brexit dari sisi bisnis. Sebagai contoh ekspor produk furniture, KBRI mengupayakan agar pemrosesan ekspor ke UK tidak dilakukan pengecekan ulang dan bisa langsung keluar ke pasar. Hal ini terkait dengan adanya jaminan bahwa produk furniture berasal dari kayu-kayu yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengecekan ulang akan menghambat proses ekspor dan menimbulkan biaya tambahan seperti sewa gudang.

 Bapak Dubes juga menjelaskan mengenai dampak Brexit terhadap pariwisata di Asis Tenggara. Sebagai contoh apabila daya beli Poundsterling turun, bisa dipastikan jumlah wisatawan juga akan turun, mengingat biaya yang harus dikeluarkan oleh wisatawan akan bertambah.

IMG-20181210-WA0004

Berbicara antara kaitan Brexit dengan layanan National Health Services (NHS), bapak Dubes berpendapat bahwa sepertinya siapapun yang berkuasa di Inggris tidak mungkin dia menghentikan NHS. Perdana menteri (PM) Theresa May sendiri sudah memastikan bahwa akan dialokasikan sekitar 384juta pound sterling per minggu untuk NHS. Jadi insyaAllah kesehatan student di UK akan masih terus disupport oleh NHS (termasuk kelahiran calon bayi dari ketua PPI Aberdeen : red).

 Bertindak sebagai narasumber kedua, Prof. Prof Endang Aminudin Azis menambahkan informasi terkait dengan adanya program pasca studi dari awardee LPDP. Prof Endang menyatakan bahwa LPDP bisa memberikan persetujuan perpanjangan kepada alumni untuk dapat bekerja selama alumni berada pada instansi yang bonafid (terpercaya, tidak menyengsarakan dan tidak membuat repot alumni). Persetujuan juga dapat diberikan apabila telah mendapatkan rekomendasi dari KBRI dalam hal ini atase Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun durasi bergantung pada kebutuhan awardee LPDP. Untuk Awardee Ristek Dikti, mereka justru didorong untuk melakukan hal tersebut dengan tentunya mendapatkan rekomendasi dari atase Pendidikan dan Kebudayaan.

 Kegiatan ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Khalid Syaifullah, serta dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam. Bapak Dubes beserta rombongan terlihat sangat menikmati kegiatan ramah-tamah dengan disajikannya berbagai hidangan nusantara. Sajian ini dimasak secara khusus oleh chef-chef terbaik di kota Aberdeen.

Penulis ; Agung Toto Wibowo

Editor ; Zeni Rahmawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s