Menitipkan Kenangan Pada Setangkai Poppi

In Flanders fields the poppies blow
Between the crosses, row on row,
That mark our place; and in the sky
The larks, still bravely singing, fly
Scarce heard amid the guns below.

We are the Dead. Short days ago
We lived, felt dawn, saw sunset glow,
Loved and were loved, and now we lie
In Flanders fields.

Take up our quarrel with the foe:
To you from failing hands we throw
The torch; be yours to hold it high.
If ye break faith with us who die
We shall not sleep, though poppies grow
In Flanders fields.

In Flanders fiels,  John McCrae, May 1915

****

Mentari pagi tengah bersahabat dengan Aberdeen, sinarnya terang memembus bangunan – bangunan tua yang berwarna kelabu, warna khas kota granit. Cuaca yang langka mengingat kota ini lebih sering dihiasi oleh mendung dan hujan, khususnya dipenghujung musim gugur seperti saat ini. Sudah bisa dipastikan warga kota Aberdeen akan bergegas menikmati hari yang bersamaan dengan akhir pekan, kombinasi yang tak boleh terlewatkan. Tentunya pusat kota dengan pusat berbelanjaan dan rumah makan ramai pengunjung.

Tak hanya pusat kota, kampus University of Aberdeen pun tengah ramai. Pemandagan yang agak langka karena kampus biasa ramai di akhir pekan saat masa ujian datang. Banyak mahasiswa dan pengunjung yang sedang menikmati pemandangan kampus Old Aberdeen, dan berhenti sejenak didepan Elphinstone Lawn demi melihat sebuah pertunjukan.

Terlihat para prajurit berseragam khas legiun Highland Army  berwarna hijau, berbaris lengkap bersenjata. Rupanya mereka sedang melaksanankan sebuah upacara, yang dipimpin oleh seorang kapten yang berdiri didepan podium menghadap Elphinstone Hall. Beberapa menit kemudian bunyi Back pipe, drum dan alat music lainnya menggema diseluruh kampus mengiringi para prajurit yang bergerak dari Newkings building menuju Kings College. Para pengunjung pun semakin ramai, mendekat sambil mengambik gambar atau video. Diantara kerumunan, terdengar percakapan singkat antara seorang mahasiswa dari Indonesia, dan penduduk lokal yang dengan menyaksikan gladi bersih tersebut.

“What’s going on here?”

“They are practicing for the day of remembrance, 11/11”

“Are they from army?”

“Yes, they are from highland Scottish Army. They will have ceremony and parade every 11th  November, the day when the World War I ended”

“Ohhh I see, that’s why many people wear poppy”

“Yes, to remember people who passed away in the battlefields and respect who still live and their family”.

Poppi, setangkai bunga simbol kepahlawanan. Seperti layaknya hari Pahlawan yang diperingati tiap 10 November di tanah air, Britania Raya memperingatinya pada 11 November. Bisa dilihat pada tanggal tersebut banyak  menyelipkan bros berbentuk bunga popi di baju mereka. Pemakaian bros poppi merupakan simbol untuk mengenang para prajurit yang gugur pada perang dunia 1 dan memberikan penghormatan pada para veteran dan keluarganya.

poppy 2

Perang dunia 1 yang berlangsung empat tahun lamanya (1914–1918) mengakibatkan banyak sekali kerusakan, khususnya dinegara – Negara Eropa bagian barat. Daerah – daerah country side yang indah menjadi porak – poranda akibat ledakan – ledakan bom saat peperangan. Kerusakan ini membuat tanah tak lagi bisa ditumbuhi tanaman apapun.

Adalah poppy (Papaver rhoeas), sang bunga berwarna merah merupakan tanaman yang satu-satunya tumbuh diantara lahan yang rusak sisa pertempuran. Bunga ini menginspirasi seorang dokter, Letkol John McCrae untuk membuat sebuah puisi berjudul In Flanders Fields. Puisi ini dibuat pada awal Mei tahun 1915 setelah sang dokter kehilangan seorang sahabatnya.

Puisi ini menginspirasi seorang akademi bernama Miona Michael untuk membuat dan menjual bunga poppy yang terbuat dari kain sutra, dan dibawa ke Inggris oleh Anna Guérin. Royal British Legion memesan sekita 9 (sembilan) juta tangkai dan menjualnya pada 11 November 1921. Penjualan pertama kali memperoleh £106.000, jumlah yang sangat banyak pada waktu itu. Uang ini kemudian disumbangkan kepada para veteran perang dunia 1.

Tahun berikutnya, Mayor George Howson membangun sebuah pabrik nernama Poppy Factory yang memperkerjakan para penyandang disabilitas. Hingga saat ini, pabraik tersebut dan Legion’s warehouse memproduksi berjuta Poppy tiap tahun. Sedangkan di Scotland, Poppy diproduksi oleh ‘Lady Haig Poppy Factory’ yang dibangun di Edinburgh pada tahun 1926.

Selain memakai bros berbentuk poppy, peringatan 11 November juga dilakukan dengan mengadakan parade militer. Kota Aberdeen pun tak ketinggalan, dimana parade 11 November diadakan sepanjang jalan Union Street di pusat kota. Parade ini diramaikan oleh semua legion baik angkatan darat, laut, maupun udara. Para veteran perang pun dengan gagah mengikuti parade diantara para militer dengan mengenakan tank – tank militer. Para baret remaja (anak – anak sekolah yang mengikuti training militer), juga tak ketinggalan. Parade semakin marak dengan iringan music backpipe dan drum band.

DSC_0025

Peringatan ini sekaligus mengingatkan kaum muda untuk menghargai dan menghormati para pahlawan perang, sekaligus menarik minat mereka untuk bergabung dalam satuan militer. Diharapkan pula kaum muda tidak melupakan sejarah. Karena  barang siapa tak belajar dari apa – apa yang terjadi di masa lampau, kelak akan menghadapi sesuatu yang sama dimasa mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s