#17anseScotland: Membawa semangat 17 Agustus ke tanah Skotlandia

Rasa rindu pada Tanah Air pasti dialami oleh siapapun di tanah rantau, tak terkecuali para mahasiswa dan warga Indonesia di Skotlandia. Gegap gempita kemerdekaan di bulan Agustus yang selalu meriah di setiap sudut Indonesia hampir tidak terasa hembusannya di bagian utara Pulau Britania Raya ini. Untuk mengobati rasa rindu tersebut, TISS (The Indonesian Society Scotland) berkolaborasi dengan PPI Aberdeen mengadakan acara perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bertajuk #17anseScotland yang diadakan pada tanggal 25 Agustus 2018.

Acara dibuka dengan upacara pengibaran bendera merah putih, dengan Bapak Gulfan Afero, Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia di London sebagai pembina upacara, yang berlangsung dengan khidmat.

 

Setelah upacara bendera, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Dwi Jones (ketua TISS); sosialisasi penggalangan dana Peduli Lombok yang akan disalurkan lewat #SahabatNani oleh Ibu Farida Foss (ketua panitia #17anseScotland); sosialisasi pelayanan konsuler oleh Bapak Gulfan Afero (KBRI London); dan sosialisasi Pemilu 2019 oleh PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) London, Bapak Masao Sinulingga.

 

Acara berlanjut ke penyerahan hadiah lomba poster “My contribution for greater Indonesia”, yang diadakan oleh Divisi Kemahasiswaan PPI Aberdeen, yang bertujuan untuk menyalurkan ide-ide para mahasiswa Indonesia di Aberdeen, yang dapat dipakai untuk pembangunan Indonesia. Terdapat enam orang pemenang dari dua kategori lomba.

Poster
Penyerahan hadiah lomba poster “My contribution for greater Indonesia”

 

Setelah itu, bazaar makanan dan produk Indonesia pun resmi dibuka dengan ditandai pemotongan tumpeng HUT TISS ke-1. Prosesi ini diikuti dengan alunan musik dari homeband Aberdeen yang sungguh luar biasa. Homeband Aberdeen terdiri dari Boy (drum), Surya (bass), Mahendra (gitar), Aryo (keyboard), Uche (vokalis), Ninda (vokalis) dan John Guntoro (vokalis).  Lagu pertama yang dibawakan oleh band ini adalah lagu Indonesia Pusaka, yang membuat hati bergetar; kemudian lagu Bendera (Coklat) yang dibawakan dengan penuh semangat oleh Uche dan Ninda, membuat kami ikut bernyanyi riang.

Homeband Aberdeen
Homeband Aberdeen (PPI Aberdeen/APC Photoworks)

Selanjutnya adalah kegiatan yang selalu ditunggu-tunggu, yaitu lomba kerakyatan khas 17-an! Terdapat lomba-lomba untuk anak-anak dan dewasa, meliputi lomba balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, memasukkan pensil ke dalam botol, dan three-legged race. Lomba tarik tambang hanya ditujukan untuk peserta dewasa, sedangkan lomba memasukkan pensil ke dalam botol ditujukan untuk peserta anak-anak. Pelaksanaan lomba 17-an ini berlangsung dengan meriah dan seru. Semuanya bergembira dan antusias mengikuti tiap lomba, baik anak-anak maupun dewasa.

 

Tak ketinggalan ada penampilan Saung Angklung Aberdeen yang membawakan medley lagu nasional, lagu daerah, dan juga lagu Kala Cinta Menggoda (Chrisye). Selain itu, ada juga penampilan Tari Lancang Kuning (Tari Zapin Melayu) asal Riau, yang ditarikan oleh Rizky, Miftah, Ninda, Ayu, Uche, Sri, Ery, dan Kemas.

 

PPIA-dok.APCPhotoworks
Tari Lancang Kuning (PPI Aberdeen/APC Photoworks)

Acara-acara hiburan belum berakhir sampai di situ. Masih ada penampilan homeband Aberdeen dan juga Daniel Mutch, seorang penyanyi asal Aberdeen yang masih memiliki darah Indonesia mengalir di darahnya. Keceriaan juga terjadi saat pembagian door prize, di mana semua orang, baik anak maupun dewasa, dengan cermat menyimak nomer yang dibacakan oleh MC, untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik. Acara ditutup dengan menari Poco-poco bersama, diiringi oleh homeband dan Angela sebagai penyanyi lagu Poco-poco. Meski beberapa dari mereka yang datang tidak terlalu familiar dengan gerakan Tari Poco-poco, tetapi semua berusaha untuk mengikuti teman-teman yang sudah lancar. Senyum dan tawa terlihat pada bibir semua yang hadir.

Daniel Mutch
Daniel Mutch

 

 

Lancarnya acara ini tentu tidak terlepas dari segala pihak yang sudah membantu dan berjuang bersama. Meski waktu persiapan dan latihan terhitung sempit, namun semangat untuk mengadakan suasana 17-an di Skotlandia begitu menggelora, dan semuanya terpancar jelas pada hari penyelenggaraan #17anseScotland kemarin.

Selamat Ulang Tahun ke-73, Indonesia. Ini persembahan kami kepadamu 😊

Liputan ditulis oleh Nadytia Kusumadjayanti, dengan editor Syarafina Eka Winiari.

Photo credits: Tim Dokumentasi #17anseScotland (Syarafina Eka Winiari, Putri Ramadani, Fabian Sumarna, Miftah Hidayat, APC Photoworks).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s