Serba-Serbi S2 Hukum di University of Aberdeen

Melanjutkan studi di UK pasti menjadi tujuan banyak orang, terlebih untuk program master. Bagaimana tidak? Pasti banyak yang mengincar kuliah S2 hanya 1 tahun, dengan kualitas pendidikan tingkat internasional, ditambah tempat wisata yang seabrek. Mungkin beberapa dari kalian sudah sempat riset soal gimana sih kuliah di UK. Nah, buat yang belum pernah riset tapi ingin kesini, jangan sedih… Aku ingin sharing sedikit nih soal perkuliahan disini dan semoga bisa memberikan sedikit gambaran ke kalian. Sharing ini aku buat khusus untuk teman-teman yang ingin melanjutkan kuliah di fakultas hukum nantinya. Sedikit perkenalan dulu ya.. Namaku Ninda dan saat ini aku sedang melanjutkan studi S2-ku di University of Aberdeen untuk jurusan Energy Law.

Jadi, di artikel ini aku akan mencoba untuk cerita ke kalian terkait apa yang aku alami selama 2 semester aku berkuliah di University of Aberdeen. Mulai dari waktu kelas, bahan bacaan, tugas akhir, hingga pemilihan program. Bagi yang mungkin belum tahu University of Aberdeen itu dimana sih, mungkin bisa di search dulu di Google: “Aberdeen – United Kingdom”. Sedikit cerita, Aberdeen adalah salah satu kota yang terkenal akan isu oil and gas maupun energy-nya di Eropa, maupun dunia. Kota ini ada di bagian utara UK, tepatnya di wilayah Skotlandia. Utara sekali…. Yah.. sekitar 11 jam dari London kalau naik bus atau 1,5 jam kalau naik pesawat.

Oh iya, sedikit disclaimer dari aku, mungkin nggak semua hal bisa aku bahas di artikel ini. Disini, aku akan bahas hal-hal yang buatku nggak umum jika dibandingkan sama sistem di Indonesia. Selain itu, yang aku ingin bahas disini adalah sistem untuk program Postgraduate Taught, ya. Bukan Postgraduate Research, karena akan berbeda sekali metode-nya. Butuh satu artikel terpisah sendiri untuk menjelaskan itu. Nah, kalau kalian ingin tahu informasi lebih lanjut tentang kuliah di Fakultas Hukum di University of Aberdeen, kalian bisa langsung mengunjungi website berikut: https://www.abdn.ac.uk/study/postgraduate-taught/. Jadi, berikut hal-hal yang ingin aku share tentang menjadi mahasiswa Fakultas Hukum disini:

Kelas hanya 4 jam dalam seminggu

Kok bisa? Iya dong.. Pada dasarnya untuk Fakultas Hukum, kita hanya bisa memilih 2 kelas tiap semester. Satu kelas kreditnya 30 kredit. Jadi, 4 kelas dalam satu tahun. Kecuali, pada saat semester 1 kita diwajibkan untuk mengambil kelas Critical Legal Thinking and Scholarship. Tapi, kelas ini nggak ada kredit-nya. Kelas ini lebih fokus ke arah bagaimana membangun logika hukum dan menulis tulisan akademik yang baik dan benar untuk tugas-tugas kita mendatang.

Terdengar longgar ya jadwalnya? Iya banget! Kita itu jadwalnya beda banget dengan jurusan lain yang rata-rata kelasnya banyak tapi kreditnya kecil-kecil. Makanya, anak hukum lebih sering menghabiskan waktunya di perpustakaan daripada di kelas. Oh iya, selain 30 kredit per kelas itu, di semester terakhir kita akan melakukan tugas akhir (Disertasi atau Professional Skill). Bobot tugas akhir ini cukup besar yaitu 60 kredit. Jadi, tugas akhir ini sangat mempengaruhi nilai.

Melihat metode pembelajaran yang seperti ini, saranku kalian benar-benar melakukan riset terkait mata kuliah apa yang ingin kalian ambil. Karena kalian hanya dapat memilih 4 mata kuliah dalam satu tahun. Selain itu, mata kuliah yang ditawarkan banyak banget dan menarik-menarik semua. Risetnya bisa dikaitkan ke rencana disertasi atau rencana kerja ke depannya. Nggak usah takut.. info terkait apa saja yang dibahas di masing-masing mata kuliah tertera jelas di website universitas. Bahkan, mereka juga mempublikasikan e-mail dari masing-masing koordinator mata kuliah tersebut di website. Jadi kapanpun kita mau tanya-tanya terkait mata kuliah, bisa langsung e-mail saja. Mereka fast response kok.

Reading Materials yang menumpuk

Ya… sekalipun kuliah hanya 4 jam dalam seminggu, bukan berarti kita bisa leha-leha loh! Kita tetap punya bahan-bahan bacaan yang wajib untuk dibaca sebagai persiapan kita menghadapi kelas. Dan itu banyak banget! Well, sebenarnya tergantung mata kuliah apa sih yang diambil. Tapi kebetulan aku lagi beruntung saja memilih kelas yang bahan bacaannya banyak banget. Jadi pada dasarnya, setiap minggunya, sebelum kelas kita diwajibkan untuk membaca berbagai artikel. Tujuannya sih agar saat di kelas, kita tidak terlalu kosong otaknya. Jadi biasanya di kelas dosen akan lebih banyak mengajukan isu untuk kita diskusikan. Jadi akan ketahuan sih kalau kita belum baca bahan…

Pernah ada satu pengalaman. Jadi di satu mata kuliah untuk satu kelas, kita diwajibkan untuk membaca 30 bahan bacaan (buku, artikel, dan perundang-undangan). Kebayang dong gimana pusingnya dan bingungnya.. Baca satu saja kadang-kadang masih nggak ngerti. Ini 30 bahan dalam satu minggu. Belum lagi bahan bacaan dari mata kuliah lain. Buatku, pilihannya hanya dua, antara membaca semua dengan skimming reading atau memilih artikel mana yang mau dibaca, jadi nggak semuanya. Buat aku yang nggak bisa skimming reading, jadi aku memilih untuk nggak baca semua. Tapi… aku tanya ke dosennya kira-kira dari bahan bacaan wajib ini, mana yang lebih prioritas untuk aku baca. Saat itu aku mengaku nggak sanggup baca semuanya, jadi aku minta saran itu. Surprisingly, dosennya sangat suportif dan benar-benar mensortir bahan bacaan yang prioritas itu untuk aku. Jadi, menurutku komunikasi ke dosen sangat penting sih! Jangan ragu-ragu untuk tanya hal-hal yang memberatkan atau kurang jelas.

Deadline tugas sudah terjadwal dari awal semester

Ini nih yang bikin aku merasa beruntung kuliah di Fakultas Hukum! Semuanya terjadwal. Jadi di awal kuliah, kita akan diberikan kurikulum kuliah selama satu semester. Disitu dijelaskan bahan bacaan untuk tiap kelas, lalu sudah diberi tahu kapan deadline essay ataupun tugas lainnya dari awal. Sekalipun mungkin deadline-nya masih dua bulan lagi, tapi itu sudah di state dari awal. Bahkan soal-nya pun sudah ada. Jadi, sebenarnya itu membantu banget sih! Karena kita sudah bisa ancang-ancang dari awal kira-kira perlu baca atau memperhatikan pembahasan yang mana. Di saat-saat seperti ini aku merasa enak banget sebagai anak hukum. Karena yang aku dengar dari teman-teman di fakultas lain, mereka biasanya baru diberi tahu tugasnya saat kuliah dengan deadline yang cukup mepet.

Oh iya, terkait tugas, yang aku senang kuliah disini (dan sebenarnya di UK secara keseluruhan sih), mereka selalu memberikan feedback untuk essay kita. Jadi tidak hanya nilai saja, tapi mereka juga memberikan masukan-masukan untuk koreksi kita di tugas kedepannya ataupun di ujian. Hal yang juga aku senang, dosen-dosenku juga sangat transparan terhadap nilai dan membuka diskusi. Jadi misalnya ada yang ingin kita tanyakan dari feedback mereka atau mungkin ingin tanya mengapa nilainya segini. Mereka open banget dan tinggal e-mail aja, terus nanti mereka akan jelaskan.

Dissertation atau Professional Skill?

Mungkin untuk kalian yang sudah pernah lihat-lihat di website mungkin bingung kok ada keterangan “Dissertation” dan “Professional Skills”. Seperti jurusanku, ada dua “Energy Law with Dissertation” dan “Energy Law with Professional Skills. Sebenarnya apa bedanya sih? Nah, ini bedanya hanya di bentuk tugas akhir saja kok! Selebihnya nggak ada bedanya. Kelas yang bisa diambil pun sama.

Jadi, kalau untuk Energy Law with Dissertation, di akhir perkuliahan kalian akan diminta untuk menulis disertasi 10,000 kata dengan topik yang bisa kita pilih sendiri. Bedanya dengan di Indo, disini kita nggak ada sidang dan jadwal meeting dengan supervisor juga sangat terbatas. Jadi penulisan disertasinya harus kuat banget karena kan kita nggak ada kesempatan untuk mempresentasikan itu.

Gimana dengan Professional Skills? Kalau ini lebih ke practical sih. Jadi nanti kalian akan dibagi dalam group. Kemudian ada kasus-kasus yang harus kalian pecahkan. Nanti penilaiannya dibagi menjadi tiga, yaitu: 1) Group presentation and report (30%); 2) Individual written reports – 1 x 3500 kata (30%), dan 3) Individual written reports – 1 x 4500 kata (40%).

Kalau kalian nanya bagusan mana, aku pikir sama saja sih. Kalau aku pribadi mengambil jalur disertasi. Bukan apa-apa sih, tapi lebih ke arah aku pribadi sudah punya tema spesifik yang ingin aku bahas di tugas akhir. Pada akhirnya, aku juga ingin tema disertasi aku ini ajukan untuk konferensi dan jurnal. Jadi kupikir agak lebih mudah kalau dengan disertasi, karena sekali mendayung, dua sampai tiga pulau terlampaui…

Gimana? Setelah membaca info-info di atas, masih ragu nggak untuk melanjutkan studimu di University of Aberdeen?. Intinya, secara umum aku menikmati sekali kuliah disini. Selain karena jadwal kelas yang tidak terlalu padat, semuanya terjadwal, staf-stafnya juga sangat suportif untuk membantu kita memahami perkuliahan. Banyak sekali ketakutan-ketakutan yang ada dipikiranku sebelum aku berangkat kesini. Mulai dari yang takut nggak bisa mengerti dosen bicara apa, takut nggak bisa mengerjakan essay, takut gagal ujian, dan banyak lagi. Tapi percayalah, nggak se-mengerikan itu! Fasilitas yang ada di kampus, mulai dari jurnal hingga personal tutor itu benar-benar membantu kalian untuk menghadapi kuliah ini. Jadi…… kami tunggu di Aberdeen ya J

Grita Anindarini

Ninda, sapaan akrab perempuan ini, adalah LL.M Candidate in Energy Law – University of Aberdeen Skotlandia. Ninda merupakan salah satu penerima Chevening Scholarship. Jika anda tertarik dengan tulisannya, pertanyaan mengenai Energy Law dan Chevening scholarship jangan ragu untuk mengirimkan email melalui gritaaninda@gmail.com .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s